JARINGAN KOMPUTER

Senin, 24 Oktober 2016

Pengertian dan Fungsi XAMPP

 
 
TUTORIAL XAMPP
 
 
 
 
 
 
 
 
 Pengertian XAMPP
XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis dan mendukung instalasi di Linux dan Windows. Keuntungan lainnya adalah cuma menginstal satu kali sudah tersedia Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP Support (PHP 4 dan PHP 5) dan beberapa module lainnya. Hanya bedanya kalau yang versi untuk Windows sudah dalam bentuk instalasi grafis dan yang Linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. Kelebihan lain yang berbeda dari versi untuk Windows adalah memiliki fitur untuk mengaktifkan sebuah server secara grafis, sedangkan Linux masih berupa perintah-perintah di dalam console. Oleh karena itu yang versi untuk Linux sulit untuk dioperasikan. Dulu XAMPP untuk Linux dinamakan LAMPP, sekarang diganti namanya menjadi XAMPP FOR LINUX.

 
Fungsi dari XAMPP

XAMPP berfungsi sebagai server offline yang berdiri sendiri (seringkali disebut sebagai localhost). XAMPP terdiri dari beberapa program yaitu Apache HTTP Server, MYSQL Database, PHP, dan Pearl.XAMPP juga berfungsi sebagai penghubung suatu database.
http://dreforous.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-dan-fungsi-xampp.html

Contoh web server

Contoh Web Server yang paling banyak dikenal yaitu apache dan IIS (Internet Information Services)
Adapun keterangan singkatnya sebagai berikut :
Apache
Apache HTTP Server
Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP.
Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigur, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah.
Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah naungan Apache Software Foundation.
Sejarah apache
Pada awal mulanya, Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang menjadi alternatif dari server web Netscape (sekarang dikenal sebagai Sun Java System Web Server). Sejak April 1996 Apache menjadi server web terpopuler di internet. Pada Mei 1999, Apache digunakan di 57% dari semua web server di dunia. Pada November 2005 persentase ini naik menjadi 71%. (sumber: Netcraft Web Server Survey, November 2005).
Asal mula nama Apache berasal ketika sebuah server web populer yang dikembangkan pada awal 1995 yang bernama NCSA HTTPd 1.3 memiliki sejumlah perubahan besar terhadap kode sumbernya (patch). Saking banyaknya patch pada perangkat lunak tersebut sehingga disebut sebuah server yang memiliki banyak patch (”a patchy” server). Tetapi pada halaman FAQ situs web resminya, disebutkan bahwa “Apache” dipilih untuk menghormati suku asli Indian Amerika Apache (Indé), yang dikenal karena keahlian dan strategi perangnya. Versi 2 dari Apache ditulis dari awal tanpa mengandung kode sumber dari NCSA.
IIS
Internet Information Services
IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP web server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Layanan ini merupakan layanan terintegrasi dalam Windows 2000 Server, Windows Server 2003 atau sebagai add-on dalam Windows NT 4.0. Layanan ini berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer). IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft BackOffice lainnya.
IIS telah berevolusi semenjak diperkenalkan pertama kali pada Windows NT 3.51 (meski kurang banyak digunakan) hingga IIS versi 6.0 yang terdapat dalam Windows Server 2003. Versi 5.0 diintegrasikan dalam Windows 2000, sedangkan Windows XP Professional memiliki IIS versi 5.1. Windows NT 4.0 memiliki versi 4.01 yang termasuk ke dalam add-on Windows NT Option Pack. Dalam Windows NT 4.0 Workstation atau Windows 95/98, IIS juga dapat diinstalasikan sebagai Microsoft Personal Web Server (PWS).
Fitur
• Terintegrasi dengan Windows NT secara penuh (sistem keamanan, auditing, dan izin akses NTFS)
• Mendukung penuh protokol HTTP versi 1.1
• Sudah mencakup protokol FTP
• Dukungan terbatas untuk protokol SMTP
• Dukungan untuk protokol NNTP
• Dukungan untuk protokol keamanan SSL
• Dapat digunakan sebagai platform di mana aplikasi web berjalan, yakni dengan menggunakan Active Server Pages (ASP), ASP.NET, Internet Server API (ISAPI), Common Gateway Interface (CGI), Microsoft .NET Framework, Microsoft Visual Basic Scripting (VBScript), JScript, dan beberapa bahasa skrip yang dapat diinstalasikan seperti Perl atau PHP.
• Mengizinkan aplikasi web untuk dijalankan sebagai proses yang terisolasi dalam ruangan memori yang terpisah untuk mencegah satu aplikasi membuat crash aplikasi lainnya.
• Dapat diatur dengan beberapa cara: Microsoft Management Console, via web browser, atau menggunakan skrip Windows Scripting Host.
• Bandwidth throttling yang dapat mencegah sebuah situs web memonopoli bandwidth yang tersedia.

  https://adianakrajin.wordpress.com/2010/05/03/contoh-web-server/

Pengertian Server atau Web server

Pengertian Server atau Web server
 
Server atau Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
Fungsi Server atau Web Server
Fungsi utama Server atau Web server adalah untuk melakukan atau akan mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan sedemikian rupa. halaman web yang diminta terdiri dari berkas teks, video, gambar, file dan banyak lagi. pemanfaatan web server berfungsi untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web termasuk yang di dalam berupa teks, video, gambar dan banyak lagi.
Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache (Apache Web Server – The HTTP Web Server) merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.
Beberapa dukungan Apache :
  • Kontrol Akses
    Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface) Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
  • PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor)
    Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik
  • SSI (Server Side Includes)
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
  1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
  2. Apache mudah sekali proses instalasinya.
  3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
  4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
  5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.
Untuk contoh lain dari Web Server.
  • Apache Tomcat
  • Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
  • Lighttpd
  • Sun Java System Web Server
  • Xitami Web Server
  • Zeus Web Server                                                                                                                                                                                                                                                                                          https://idcloudhost.com/pengertian-web-server-dan-fungsinya/

Jumat, 21 Oktober 2016

Cara menghubungkan 2 Router dengan Packet Tracer

Cara menghubungkan 2 Router dengan Packet Tracer

 http://madarputra.blogspot.co.id/2012/12/cara-menghubungkan-2-router-dengan.html
 
1.Dalam tutorial ini kita membutuhkan :
  • 2 buah computer
  • 2 buah router, dan
  • 1 switch (optional)

    Susunlah perangkat tersebut seperti gambar dibawah ini:
  1. Lalu hubungkanlah perangkat tersebut sesuai dengan kabel yang dibutuhkan :
    1. PC to Switch (Cooper-Straight Over)
    2. Switch to Router (Cooper-Straight Over)
    3. Router to PC (Cooper-Cross Over)
  2. Untuk Router to Router, kita jangan dulu menghubungkannya, karena ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu :
    1. Untuk router pertama (Router1), pada tab Physical di sebelah kiri terdapat panel yang berisi modul dari router, kita pilih yang WIC-2T.
    2. Untuk memasang modul tersebut kita harus mematikan routernya terlebih dahulu dengan cara mengklik pada tombol On/Off, sehingga cahaya hijaunya hilang
    3. Drag module WIC-2T, yang berada pada kanan bawah ke slot yang kosong yang berada disebelah kiri tombol power.
    4. Lalu nyalakan kembali tombol powernya seperti langkah ke-2.
    5. Lakukan langkah diatas tersebut pada Router satunya lagi.
  3. Setelah 2 router tadi sudah di pasang module WIC-2T, langkah selanjutnya kita hubungkan 2 Router tersebut dengan menggunakan cable Serial DCE. Harus diperhatikan pada saat memasangkan kabel Serial DCE nya, bahwa router pertama yang dipasangkan kabel tersebut nantinya akan memiliki clock rate, karena kedua router tersebut tidak bisa memiliki clock rate, artinya hanya salah satu router saja yang bisa di berikan clock rate. Dalam kasus ini yang pertama dipasangkan kabelnya adalah Router kedua (Router kanan / “Router1″)
  4. Jika semuanya sudah terhubung, seperti gambar diatas, lankah selanjutnya adalah memberikan IP Address pada 2 PC yang sudah kita siapkan. Caranya adalah Klik pada perangkatnya –>pilih tab Desktop –>IP Configuration
  5. Lalu masukkan IP Addressnya
  6. Untuk router, dalam pemberian IP Addressnya sedikit berbeda, kita akan mencoba memberikan IP Addressnya pada CLI (Command Line Interface), meskipun ada cara yang lebih mudahnya. Fasilitas ini berfungsi menginputkan perintah-perintah pada perangkat, yang belum tentu ada pada aplikasi environmentnya. Tujuannya adalah agar kita terbiasa dengan konfigurasi yang basisnya manual. Karena dalam fasilitas CLI ini perintah dan fungsi lebih banyak dari yang IDE-nya (GUI)
  7. Bila muncul pertanyaan seperti diatas, ketikkan saja “no”–>Enter
  8. Lalu pada line berikutnya ketikkan “ena” (agar perintah yang kita masukkan bisa diterima system)
  9. Lalu ketikkanlah perintah berikut:
  10. Keterangan :
    1. ”conf term” (Configuration Terminal)
    2. “int s0/0/0” (Interface Serial0/0/0)àRouter Dengan port Serial0/0/0
    3. “ip add 192.168.2.1 255.255.255.0” (memberikan IP Address)
    4. “no shut” (Menyalakan Perangkat / Router)
  11. Lakukan langkah yang sama pada Router yang satunya, hanya saja dengan IP Address yang berbeda.
  12. Maka hasilnya akan seperti ini :
Artinya adalah kedua Router itu telah terhubung secara Logik dan Fisik (Kedua Lampu dari Router tersebut menyala).
melanjutkan Tutorialnya, semoga saja dengan adanya part kedua ini pembaca lebih handal dalam mensimulasikan Jaringan Komputer.
  1. Untuk langkah selanjutnya kita akan menghubungkan Router dengan device yang lain secara logic. Gambar sebelumnya menyatakan bahwa Router tersebut hanya terhubung dengan Router yang lain. Untuk mengkonfigurasinya lewat IOS CLI (manual setting)dibawah ini adalah perintahnya :
  2. Diatas adalah gambar untuk konfigurasi Fast Ethernet pada Router pertama (Router kiri)
  3. Dan dibawah ini adalah gambar untuk konfigurasi Fast Ethernet pada Router kedua (Router kanan)
  4. Setelah selesai mengkonfigurasinya maka hasilnya akan seperti dibawah ini, yaitu semua device (Router, PC, Switch) sudah terhubung secara fisik maupun logic.
  5. Setelah konfigurasi diatas selesai, sekarang kita harus membuat rute agar PC 1 dan PC 2 bisa saling berkomunikasi. Pertama kita harus memberikan clock rate pada router yang tadi kita sudah pasang kabel Serial DCE pertama kalinya. Dibawah ini adalah perintahnya:
  6. Setelah itu kita akan lakukan konfigurasi Routing pertama pada Router kedua (Router kanan/ ”Router1”). Dibawah ini

Menghubungkan PC Menggunakan HUB/Switch

Menghubungkan PC Menggunakan HUB/SWITCH


  Menghubungkan PC Menggunakan HUB/Switch
Apabila kita mempunyai 2 (dua) buah komputer tetapi kita ingin menghubungkan kedua komputer ini lewat jaringan. Untuk gampangnya harus lewat switch hub
Untuk lebih jelasnya saya gambarkan dengan diagram berikut ini.


Gambar diatas merupakan jaringan dengan memakai Switch Hub
Alat dan Bahan:
Ø  2 Buah Komputer
Ø  1 Buah HUB/Switch
Ø  2 Buah Kabel UTP
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, apabila dua buah komputer yang akan dihubungkan memiliki kemampuan atau spesifikasi yang sejenis, dapat digunakan kabel UTP dengan urutan Cross Over Cable.
Namun, apabila ingin menghubungkan lebih dari dua komputer untuk dijadikan sebuah jaringan. Maka diperlukan hub/switch untuk menghubungkan komputer tersebut. Menghubungkan komputer tersebut dengan menggunakan hub harus menggunakan urutan Kabel Straight atau Straight Through Cable. 
Seperti sebelumnya, untuk membuat kabel dengan urutan Straight ini ada beberapa peralatan yang harus dipenuhi, seperti :
  • kabel UTP;
  • Connector RJ-45;
  • Crimping tools; dan
  • RJ-45 LAN Tester.

Baiklah, setelah peralatan telah ada. Mari kita lakukan langkah-langkah membuat Straight Through Cable :
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  3. Setelah urutannya sesuai standar dan kabelnya lurus, potong dan ratakan ujung kabel menggunakan gunting (usahakan sama lurus),
  4. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel sudah masuk sampai ujung dalam.
  5. Jepit/crimping menggunakan crimping tools dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain

 
 Langkah berikutnya adalah mengecek apakah kabel yang telah dibuat dapat digunakan dengan baik atau tidak menggunakan LAN Tester. Cara ini dilakukan dengan mencoba kedua ujung dari RJ-45 yang telah disusun berdasarkan urutan kabel yang diinginkan.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
  1. Colokkan satu kabel UTP ke LAN Tester yang besar dan masukkan lagi ujung kabel UTP lainnya ke LAN Tester yang kecil.
  2. Switch On LAN Tester
  3. Kabel UTP telah bagus jika dan benar jika urutan lampu berjalan mulai dari 0 sampai 8 secara berurutan dan serempak.
  4. Jika ada salah satu mati pada lampu LAN Tester itu menandakan ada kabel yang belum terhubung dengan baik dan jika dipasang akan menyebabkan komputer tidak konek internet ataupun antar komputer tidak terhubung. Jangan diputus dulu tapi cobalah crimping/jepit kembali dengan crimping tools lalu tes kembali. Lalu, jika telah berhasil menyusun kabel straight, lakukan langkah selanjutnya. Yaitu, anda menghubungkan komputer-komputer tersebut dengan menggunakan hub, jangan lupa menghubungkannya dengan menggunakan kabel Straight Thr

berikut adalah langkah-langkahnya :  
Langkah 1
Nyalakan komputer dan menunggu untuk Windows untuk boot dengan benar.
Langkah 2
Hubungkan catu daya AC ke hub dan kabel daya ke stopkontak. Hub Kebanyakan tidak memiliki on / off switch dan hanya memerlukan untuk dipasang ke stopkontak untuk menjadi aktif. Pastikan bahwa tegangan yang tepat diterapkan untuk catu daya hub untuk menghindari kerusakan perangkat. Peringkat tegangan biasanya dicetak di bagian bawah perangkat, di samping model dan informasi produsen.
Langkah 3
Hubungkan komputer pertama ke hub Ethernet ketika semua sistem berjalan dengan baik dan hub Ethernet dinyalakan. Lanjutkan ke Langkah 5 jika komputer memiliki built-in port Ethernet. Lanjutkan ke langkah berikutnya jika komputer tidak memiliki built-in port Ethernet.
Langkah 4
Menginstal 10/100 Mbps yang kompatibel kartu Ethernet saat komputer tidak memiliki built-in Ethernet port. Instal driver dari kartu jaringan dan mematikan komputer.Memasang kartu jaringan ke dalam sistem. Mintalah bantuan jika kesulitan dalam instalasi ditemui. Boot sistem ketika instalasi hardware selesai. Ikuti instruksi berikutnya yang mungkin muncul dalam Sistem Operasi setelah restart komputer untuk menginstal kartu jaringan dengan benar.
Langkah 5
Ambil kabel Ethernet dan hubungkan ujung ke port komputer ketika port Ethernet sudah tersedia di sistem. Pasang ujung lainnya ke salah satu port hub jaringan. Pastikan ujung-ujungnya terpasang erat dan benar.
Langkah 6
Ulangi langkah 3 sampai 5 untuk menghubungkan komputer lain ke jaringan. Hal ini kemudian waktu untuk mengkonfigurasi sistem ketika semua komputer yang terhubung ke hub jaringan.
Langkah 7
Buka Local Area Connection Properties dari sistem. Pada Windows Control Panel (klik Start> Control Panel), cari ikon Sambungan Jaringan. Double klik pada icon untuk melihat semua koneksi jaringan yang tersedia. Ikon untuk Local Area Connection harus tersedia jika kartu jaringan telah terpasang dengan benar dan benar bekerja. Klik kanan pada icon dan pilih Properties. Di bawah tab General, area kecil harus menunjukkan protokol yang tersedia menggunakan Windows. Carilah Internet Protocol (TCP / IP), klik di atasnya, dan kemudian klik pada tombol Properties di bawah seleksi.
Langkah 8
Internet Protocol (TCP / IP) Properties window sekarang muncul di layar. Pilih 'Gunakan alamat IP berikut: "dengan mengklik tombol radio di samping itu di tab General.Mengetikkan alamat IP dan Subnet Mask untuk sistem. Alamat IP umum untuk jaringan rumah kecil memiliki pola 192.168.0.x, dimana X dapat setiap nomor dari 1 sampai 127. Subnet Mask untuk jaringan ini akan 255.255.255.0. Klik OK untuk menutup jendela aktif. Klik Tutup untuk keluar Properties Local Area Connection.
Langkah 9
Ulangi langkah 7 dan 8 untuk setiap komputer yang terhubung ke hub. Setiap komputer harus memiliki alamat IP yang berbeda pada Langkah 8 tetapi Subnet Mask untuk semua komputer harus sama. Sistem sekarang siap untuk berbagi file di jaringan setelah Langkah 3 sampai 8 yang berhasil dilakukan.
http://menghubungkan.blogspot.co.id/2012/09/menghubungkan-pc-menggunakan-hubswitch.html